China Diduga Susupi Server Apple dan Amazon - Berita Internetku

Breaking

Monday, 8 October 2018

China Diduga Susupi Server Apple dan Amazon



Perangkat keras yang dipakai di data center Apple dan Amazon disebut disusupi oleh chip mata-mata yang dibuat oleh perusahaan asal China bernama Super Micro.

Ada hampir 30 perusahaan asal Amerika Serikat yang diduga disusupi oleh chip ini. Berdasarkan sumber anonim dari pemerintahan dan perusahaan, chip ini berfungsi untuk mencuri properti intelektual dan rahasia perusahaan ini.


Untungnya, menurut laporan tersebut, belum ada data konsumen yang dicuri.

Apple pun tak tinggal diam dan langsung menepis tudingan ini. Menurut perusahaan asal Cupertino, AS ini, mereka tak menemukan chip yang dimaksud. Begitu juga dengan Amazon yang menyatakan tak ada bukti yang mendukung keberadaan chip berbahaya tersebut.

Super Micro, pembuat chip tersebut, juga menepis dugaan kalau mereka memperkenalkan chip tersebut pada masa perakitan. Sementara Kementerian Luar Negeri China menyebut kalau China adalah pendukung utama keamanan cyber.


Sementara Bloomberg bersikukuh dengan laporannya ini. Mereka menyebut Apple pertama menemukan masalah ini pada Mei 2015, dan diam-diam melaporkannya ke FBI. Kemudian Amazon pun menemukan chip serupa dan melaporkan ke pihak berwajib AS.

Apple kemudian disebut memutus hubungan kerjanya dengan Super Micro pada 2016, yang dilanjutkan dengan investigasi berlanjut yang masih berlangsung sampai saat ini. Tudingan bekerja sama dengan FBI ini sama-sama ditepis oleh Apple dan Amazon.

"Pada masalah ini penjelasan kami adalah: Apple tak pernah menemukan malicious chip, 'manipulasi hardware' atau celah keamanan yang sengaja ditanam di server mana pun. Apple tak pernah berhubungan dengan FBI atau agensi mana pun terkait insiden ini. Kami tak tahu adanya investigasi oleh FBI, atau pun oleh kontak kami di penegak hukum," tulis Apple dalam pernyataannya.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan asal China dituding melakukan aksi mata-mata di Amerika Serikat. Sebelumnya ada Huawei dan ZTE yang dituding melakukan aksi serupa.

No comments:

Post a Comment