Hacker Bobol Grup WhatsApp Wartawan Dan Aktivis di Gorontalo - Berita Internetku

Breaking

Tuesday, 23 October 2018

Hacker Bobol Grup WhatsApp Wartawan Dan Aktivis di Gorontalo



Aplikasi pesan instan Whatsapp (WA) kembali diretas orang tak dikenal. Seketika percakapan grup milik wartawan dan pekerja media ramai setelah puluhan akun tak dikenal masuk serentak.

Sejumlah akun ini masuk dengan membobol system keamanan meski telah dilindungi end-to-end encryption. Enskripsi yang diterapkan di aplikasi chatting pesan instan Whatsapp.


"Mereka ini menyusup kedalam group kami sejak Sabtu malam, sebagai admin grup WA saya tidak tahu bagaimana persis mereka bisa masuk. Ini menandakan grup WA bisa dibobol, percakapan menjadi tidak aman karena ada orang luar atau yang tidak dikenal. Para peretas ini mengaku dari kelompok Muslim Cyber Anonymous (MCA)," ungkap Very Madjowa, wartawan senior yang juga adalah admin Grup WhatsApp 'Soa-Soa'.

Setelah berhasil masuk, mereka mulai membagikan pesan yang berisi tentang tauhid. Bahkan nama grup WA itu sempat diganti nama menjadi 'Tauhid Harga Mati'.

Belum lama teror yang sama juga terjadi pada aplikasi WA milik para aktivis di Kabupaten Gorontalo. Grup WA mereka juga diretas. Percakapan dalam grup menjadi kacau akibat ulah sekelompok orang yang masuk tanpa sepengetahuan admin.

Tak hanya itu, sekelompok orang tersebut juga berkedok sebagai jurnalis dengan membagikan tautannya di dua grup aktivis dan wartawan.
Screenshot percakapan di grup WA milik wartawan (kiri) dan aktivis di Kabgor (kanan).


Usai mengambil alih grup, akun tak dikenal ini memaksa agar para aktivis dapat mengusut pihak kepolisian. Bahkan mendesak agar melakukan sebuah gerakan aksi penuntutan. Kelompok ini juga terus membagikan konten ujaran kebencian dan hoax terkait Polri.

"Anda ini aktivis karbitan, di atas sudah dijelaskan tinggal dipahami. Justru saya tantang anda berani tidak mendorong kasus ini sampai pengadilan," tulis akun +1 (512) 543-3622 pada grup WA tersebut.

Hingga berita dilansir, belum ada pihak yang mengadukan hal ini ke kepolisian.

No comments:

Post a Comment